Hubungi Kami
Angka kejadian luka, baik akut maupun kronis, terus meningkat setiap tahun. Penelitian di Amerika mencatat prevalensi pasien luka sebesar 3,5 per 1.000 penduduk, dengan mayoritas kasus disebabkan oleh pembedahan/trauma (48%), ulkus kaki (28%), dan dekubitus (21%). Data MedMarket Diligence (2009) menunjukkan jumlah kasus global: luka bedah 110,3 juta, trauma 1,6 juta, lecet 20,4 juta, luka bakar 10 juta, ulkus dekubitus 8,5 juta, ulkus vena 12,5 juta, ulkus diabetik 13,5 juta, serta kasus amputasi, karsinoma, melanoma, dan komplikasi kanker kulit masing-masing berkisar 0,1–0,6 juta per tahun. Data Survei Kesehatan Indonesia (2023) dan Riskesdas (2018) juga menunjukkan peningkatan penderita DM, kanker, dan stroke kelompok yang rentan mengalami luka kronis. Kondisi ini menegaskan pentingnya tenaga kesehatan memiliki kompetensi perawatan luka modern yang sesuai standar dan etika profesional.
Pelatihan CWCCA dibuat dengan pendekatan adult learning dengan 37 JPL teori dan workshop.
Pelatihan ini berfokus pada prinsip dasar prosedur perawatan luka modern, cocok untuk kamu yang ingin memulai praktik mandiri perawatan luka, tapi cuma punya waktu sedikit. Setelah pelatihan ini peserta mampu:
Beliau adalah perawat klinis senior yang dikenal sebagai pakar perawatan luka, stoma, dan ikontinensia di Indonesia. Beliau merupakan CEO FWCC Wound Ostomy Continence Practice Purwodadi Grobogan Jawa Tengah yang berfokus untuk perawatan stoma, luka dan inkontinensia. Saat ini, beliau juga aktif sebagai Lecturer at An Nur Health School of Purwodadi – Grobogan regency Jawa Tengah.
Sebagai konsultan perawatan luka, stoma, dan inkontinensia, beliau dikenal atas pendekatan klinis yang komprehensif dan humanis. Pengalaman luasnya membawanya menjadi pembicara di berbagai forum ilmiah nasional dan internasional, memperkuat peran Indonesia di kancah global dalam praktik keperawatan spesialis ini.
adalah seorang perawat dan pendidik yang berpengalaman dalam bidang keperawatan medikal bedah dan perawatan luka. Beliau menyelesaikan pendidikan profesi Ners dan Magister Kesehatan di Universitas Diponegoro Semarang, serta tersertifikasi melalui Certified Wound Care Clinician Program dari Wocare Clinic Bogor. Saat ini, beliau menjabat sebagai Direktur dan Owner Cindara Wound Care, sekaligus aktif sebagai dosen tetap di Diploma Keperawatan Krida Husada Kudus sejak 2006. Sebelumnya, beliau juga pernah bertugas sebagai perawat pelaksana di RS Islam Sunan Kudus. Dalam kiprah organisasinya, beliau tercatat sebagai pengurus aktif di PPNI Kabupaten Kudus, Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia Jateng, serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kalinyamatan.
Fasilitas:
Syarat:
Target Peserta:
✨MARI, Sekarang giliran anda bergabung dengan lebih dari 23.000+ alumni pelatihan Certified Wound Care Clinician Associate (CWCCA) dan jadilah seorang Praktisi dalam perawatan luka tersertifikasi ✨
Cara daftarnya gampang banget, cukup klik DAFTAR dan Transfer DP Rp. 500.025,- ke:
Bank BSI 9000 868 480 a.n Wocare Inti Nusantara
'Apabila jumlah peserta belum memenuhi kuota, pelatihan akan dijadwalkan ulang. Informasi lebih lanjut akan disampaikan oleh tim kami. Jika terjadi pembatalan, dana akan dikembalikan sepenuhnya.'